ISMA-Halo Sahabat, kalian pasti sering dengar kata fobia kan? Yuk simak penjelesan nya.

Fobia adalah rasa takut berlebihan terhadap sesuatu yang biasanya tidak membahayakan. Ketakutan tersebut dapat timbul saat menghadapi situasi tertentu, berada suatu tempat, atau saat melihat hewan dan benda tertentu. Fobia termasuk ke dalam penyakit gangguan kecemasan
Ketakutan berlebihan ini tidak jarang menyebabkan depresi, kecemasan, dan kepanikan yang parah. Kebanyakan pengidap fobia tahu bahwa ketakutannya tidak beralasan, tapi tidak bisa mengendalikannya dan lebih memilih menghindari objek atau situasi yang ditakuti. Kondisi inilah yang membedakan fobia dengan ketakutan biasa.

Fobia terdiri dari berbagai macam jenis. Berikut adalah jenis fobia yang dikelompokan berdasarkan jenis ketakutannya.

  1. Fobia Spesifik
    Fobia spesifik merupakan fobia yang umumnya berkembang sejak pengidapnya kecil atau remaja. Misalnya takut terhadap hewan (laba-laba atau ular), takut tertular penyakit seksual (fobia seksualitas), takut jarum suntik (fobia fisik), takut terhadap lingkungan (ketinggian), atau fobia situasi (takut berkunjung ke dokter)
  2. Fobia Kompleks
    Fobia jenis ini biasanya berkembang di masa dewasa. Salah satu contoh fobia kompleks adalah fobia sosial. Orang yang mengidap fobia ini akan merasa cemas ketika berada di lingkungan sosial. Pengidap fobia sosial takut dipermalukan orang lain atau mempermalukan dirinya sendiri jika salah bicara. Tentu saja hal ini akan sangat mengganggu keseharian pengidapnya, sehingga berdampak negatif dalam dunia bisnis, pekerjaan, relasi, maupun terhambatnya pengembangan diri.
    Fobia kompleks juga bisa membuat pengidapnya takut dengan tempat yang membuat merasa merasa terperangkap atau lingkungan yang ramai. Gejala semakin terlihat saat pengidap diserang rasa panik. Maka itu, pengidap lebih memilih menghindari situasi yang ditakutinya seperti bepergian dengan kendaraan umum atau berada di tempat publik (restoran, pasar, atau supermarket). Istilah fobia seperti ini disebut juga sebagai agorafobia.
    Penyebab Fobia. Fobia disebabkan oleh faktor genetik dan lingkungan. Seseorang lebih berisiko mengidap fobia jika ada anggota keluarga yang mengalami gangguan kecemasan. Peristiwa traumatis, seperti tenggelam, digigit hewan, terjebak dalam lift, dan lainnya juga bisa menyebabkan fobia.

Gejala Fobia
Fobia tak hanya ditandai dengan gejala psikis seperti rasa takut saja, sebab fobia juga bisa menyebabkan pengaruh pada kondisi fisik. Berikut beberapa gejala fisik yang bisa dialami pengidap fobia.
Disorientasi atau bingung.
Pusing dan sakit kepala.
Dada terasa sesak dan nyeri.
Sesak napas.
Detak jantung meningkat.
Tubuh gemetar dan berkeringat.
Telinga berdengung.
Sensasi ingin selalu buang air kecil.
Mulut terasa kering.
3.Fobia Spesifik (Sederhana), fobia yang berhubungan dengan objek, hewan, situasi atau aktivitas tertentu. Biasanya jenis ini muncul saat anak-anak dan makin berkurang gejalanya seiring menjadi dewasa.
Arachnophobia (Takut pada laba-laba)
Acrophobia (Takut akan ketinggian)
Cynophobia (Takut pada anjing)
Astraphobia (Takut pada guntur dan kilat)
Trypanophobia (Takut pada suntikan)
Fobia Sosial (gangguan kecemasan sosial) Claustrophobia (Takut pada ruang kecil)
Glossophobia (Takut berbicara di depan umum)
Trypophobia (Takut lubang-lubang)
Ombrophobia (Takut hujan)