Karya: Rahda (SMK IT al-Musyarofah)

5 tahun yang lalu ditengah hujan yang mengguyur bumi Smanda, dan saat itu juga gadis itu menyukainya.
Pertemuan dikala itu memang kesengajaan tuhan yang diberikan kepada kita, singkat hanya beberapa menit saja dalam pertemuan waktu itu, mengajariku betapa berharganya waktu yang ada, yang tidak akan ku sia siakan begitu saja, sehingga yang ada tampaklah sangat berharga.

Jika engkau enggan tau bagaimna perihal aku yang senantiasa bersedia mendoakan ,terlebih dengan lancang yang memintamu pada sepertiga malam, tak mengapa, ada tuhanku yg akan berbaik mengetahuinya dengan baik perihal sejauh mana rasaku yang selama ini aku nyatakan pada-Nya.

Saat ini aku masih bersedia dalam kesabaran atas sebuah penantian, aku tidak memaksakan untuk bersama, namun dengan cara meminta kepadanya ,inilah cara terbaik yang akan aku jaga.

Tulisan tulisan ini menjadi saksi dan teman dimana disetiap aktivitasku aku masih memendam perasaanku padamu..
Cinta yang sederhana ini, semoga aku dapat mengubahnya menjadi sesuatu yang lebih baik darinya, dan suatu hari nnti aku ingin menjadi alasanmu tersenyum bahagia.

Aku pernah dalam posisi sangat mengikhlaskan, bodohnya aku mencintai seseorang yang sama sekali tak mengenalku, merindukanmu sebegitu dalam, memperjuangkanmu dalam doa sebegitu hebat.

Aku mengikhlaskan segala rasa, tau cara mengikhlaskan dan menjaga rasa ketika aku di pesantren.

Aku dan kamu dipertemukan dalam ketidaksengajaan. Dengan senja dan hujan.
Yang mengiringi bersamaan.

Aku dan kamu bagai langit dan bumi, aku sangat sadar akan hal itu, tapi tuhanku yang menggengam setiap hati manusia, pikirku aku hanya meminta dan berusaha kepada-Nya.

Sejauh ini aku masih memperjuangkan dalam diam. Cinta memang tak perlu gaduh untuk dinyatakan, namun selalu mengusahakan dalam diam, jika cinta hanyalah sebuah rasa yang dipendam, mungkin karena mencintai dalam diam ini adalah keputusan yang harus dilakukan, jika semua berbalik menjadi satu arah dalam setiap pengharapan, mungkin takdir baik ini adalah cerita yang aku terima, aku tak tanggung dalam memintamu, sebab semua ini adalah pilihanku untuk tetap menyemogakanmu.

Hujan tau perihal rindu yang kupendam, bukan hitungan hari, ini sudah menahun,
5 tahun lalu pertama aku menemukanmu ditempat itu, di keramaian itu. Aku terkagum akan sosokmu yang mengagumkan, membuatku berkhayal sampai samudera, memikirkan bagaimna bisa aku dengan mudahnya jatuh cinta kepadamu sampai detik ini, keyakinannya semakin kuat.

Aku sngat merindu, dan rindu selalu mengajariku untuk bersabar, walau terkadang rindu ini memberontak, selalu meminta pertemuan nyata dan ingin mengatakan bahkan mengejar, tertahan menunggu waktu yang tepat ,saat ini jika kau membacanya.

Aku sungguh rindu akan sosokmu yang tak pernah lagi kulihat dalam nyata, meski kau tak juga dan tak akan rindu ,aku tetap terjaga dalam indahnya perasaan. Rindu tak harus bersatu, melihatmu hadir dalam postingan cukup membuatku tau bahwa kamu baik baik saja dan bahagia.

Jika rindu tak akan serumit ini kedatangannya, mungkin juga tak akan ada luka yang aku terima, aku tak pernah menyalahkanmu, aku yg salah. Masalahnya adalah kamu tak mengenalku, dan rindu ini hanya akan meneruskn semua harapan temu pada hatiku, meski kau ciptakan patah aku masih sesetia ini untuk merawat dan membalutnya dalam untaian doa.

Aku tak akan kecewa bila akhirnya aku harus melepas semua rasa yang ada, tapi aku akan bahagia jika akhirnya akan berbalik menjadi sebuah bersama.
Tak akan salah perihal cinta yang pernah ada, karena pada akhirnya cinta ini hanya menjadi bukti bahwa aku tak sekedar memiliki penuh hati, namun ada hal yang aku harus perjuangkan meski melukai hati.

Padamu yang mungkin tak pernah tau bagaimna perihal rasa ini, aku hanya ingin tetap melegakan hatiku jauh lebih baik lagi, aku tak akan memaksa sebuah cinta yang kau berikan padaku, sebab aku tau bahwa cinta yang kau miliki bukan untuk mengarah kepadaku.

Aku rasa ini keliru, mestinya rasa ini tak tumbuh disembarang hati, untuk pertama kalinya aku mengenal Cinta harus kuakui aku dilukai oleh hati yang benar benar kucinta, aku pernah pada posisi lelah berjuang seorang diri, namun tuhan selalu memberikan keyakinan pada mimpi, kadang aku bertekad untuk mengikhlaskan tapi lagi lagi rindu itu menyesakkan.

Aku tak ingin memaksa kehendak tuhan, bagaimana alurnya terserah tuhan, aku hanya berdoa hasil yang terbaik yg tak akan mengecewakan dan bisa aku ikhlaskan.
Aku mengerti bahwa sesuatu yang baik untukku tidak akan allah izinkan pergi kecuali akan allah ganti dengan yang lebih baik lagi, tidak perlu disesali.

Rindu itu luar biasa, cukuplah aku yang tahu bagaimna kehadirannya, aku kerap kali melebur rindu dan menyapamu dalam do’a. Semoga atas rindu rindu yang pernah ada menjadikanku lebih kuat lagi untuk selalu melangitkan harapan yang ada, dan aku tidak khawatir lagi akan rasa rasa yang dahulu membuatku sesak dalam dada.

Dan aku terkagum akan cerita hidupmu yang begitu indah, selamat kau menjadi laki laki yang tuhan ciptakan dengan kelebihan yang istimewa, aku tau bukan aku saja yang mengagumimu, mungkin lebih banyak diluar sana yang dengan terang terangan mendekatimu dan mencoba memiliki hatimu, aku pernah patah ketika mendengar hatimu sudah ada yang memiliki, duniaku seakan runtuh, sesak dihati begitu hebat kurasakan, namun aku bisa apa, kau tak salah, masalahnya kau tak mengenalku, hanya aku yang mengenalmu..

Selamat sukses untukmu yang akan melanjutkan study di kota pelajar dengan jurusan yang membuatku semakin yakin akan rasa ini semoga berhasil, aku yakin yang terbaik pastilah dengan yang baik.
.
.
.
The End

Mencintai Dalam Diam