Karya: Sani Pitriyani (X Mipa 4)

ISMA-Ini sedikit cerita tentang bagaimana tentang aku menyukai seseorang yang berujung dengan sakitnya hati . Saat mengetahui satu hal bahwa dia sudah mempunyai seseorang di hatinya rasanya hatiku…..sakit sangat-sangat sakit.

Apa kalian juga pernahkan merasakan rasa sakit itu??
Biar ku tebak pasti pernah hehehe,mana mungking jika kalian belum pernah merasakan sakit semacam itu di tengah-tengah maraknya cinta di dunia ini.. hahaha

Kau tau? Jika kamu melihat dia dengan satu kali lihat saja . Aku yakin pasti kau akan langsung jatuh hati padanya, bahkan mungkin matamu tak bisa berpaling dari wajah putih berserinya itu. Pasti setiap saat kau akan selalu terbayang dengan wajah tampan nya itu dan senyumnya yang manis mampu menggetarkan hati. Mungkin itu sedikit lebay tapi ya begitulah namanya juga orang jatuh cinta pasti akan mendadak aneh.

Biar ku kenalkan diriku terlebih dahulu namaku Kenny, Cukup singkat namun kata mamah  ada makna tersembunyi di dalam namaku itu. Entah apa maknanya yang pasti kata mamah itu Spesial.

Dan nama Dia, orang yang mampu meluluhkan hati ku itu adalah Rayn Nugraha. Menurutku nama itu cukup keren, selain namanya yang keren wajahnya juga tampan, senyumnya manis, dan tubunya yang Atletis. Dia juga bercita-cita ingin menjadi seorang atlet lari.

Aku bertemu dengan dia waktu Penerimaan Siswa Baru di Salah Satu SMA Negeri di kotaku Cianjur. Aku dengan dia teman sekelas dan satu jurusan, keren bukan pasti sangat mudah untuk melakukan PDKT tapi nyatanya bagiku itu sangat sulit, karena aku yang tak pandai memulai.

Saat pertemuan pertama aku belum tertarik padanya, tapi ada suatu ketika dimana mata kami tak sengaja bertemu satu sama lain ketika dia sedang melakukan perkenalan di depan kelas. Dan aku menyadari bahwa senyum manisnya tak pernah luntur dari wajahnya itu membuat aku menyukainya dalam waktu singkat.

Perlu kalian ketahui bahwa waktu itu aku belum mengetahui namanya, aku tak begitu memperhatikan ketika dia memperkenalkan dirinya. Tapi tenang saja akan ada sesi perkenalan selanjutnya dengan masing-masing guru mata pelajaran dan saat itulah aku mengetahui namanya.

“Pekenalkan nama saya Rayn Nugraha”

Saat itu aku mengetahui namanya saja senang bukan main. Apalagi kalo misalkan aku bisa berbincang banyak hal dengannya itu pasti seru.

Biar ku tanya, pasti kalian juga pernah mengalami masa dimana kalian semangat kesekolah karena ada seseorang yang kalian sukai??
Ya tentu saja, itu sangat menyenangkan. Semangat sekolah, dengan rasa semangat karena ingin cepat-cepat bertemu dengan dia walaupun hanya sekedar melihat wajahnya saja itu akan sangat menenangkan hati bukan?.

Sejauh ini aku belum pernah bertegur sapa dengannya meskipun hati kecilku berontak ingin menyapanya tapi mulutku seakan kelu meski hanya mengatakan “hai.”

Ingin rasanya aku berteriak, kenapa ini terasa sangat menyulitkan?.

Suatu hari ketika pembelajaran Matematika yang mengahruskan kita untuk berkelompok. Entah kebetulan atau memang sudah takdir aku harus berkelompok dengan dia, tapi yang pasti pada saat itu aku senang sekaligus bahagia. Ya walaupun itu tak ada kemajuan karena kita tak saling berkomunikasi.

Tapi yang namanya juga kerja kelompok di haruskan saling berkomunikasi satu sama lain supaya mudah membereskan tugasnya.

“Hai”

Apa?? Dia.. dia menyapaku? Sulit di percaya, ingin rasanya aku terbang dan berbaring di awan-awan yang terlihat lembut itu.
Dengan kaku aku menjawab.

“Ah, I..iya”

Di sini sebisa mungkin aku menyembunyikam rasa gugup+ senang secara bersamaan dengan pura-pura tak peduli, padahal dalam hati agkkkkkkk.. mama jantung serasa ingin meledak.

“Kita, satu kelompokan. Tapi kita belum saling kenal”

“Kan, udah kenalan di depan”

“Ya, tapi itu mah beda lagi”

“Tapi aku udah tau nama kamu,Rayn kan?”

“iya. Tapi aku kan gak tau nama kamu”?

“Kenny”

Akhirnya, hal yang aku harapkan bisa bercakap dengan dia terjadi juga. Ya walaupun hanya perkenalan sederhana dan sedikit cerita seperti Asal sekolah dimana, tinggal dimana, kenapa milih jurusan ipa, dan alasan milih sekolah ini.

Sangat sederhana bukan? Tapi itu sangat luar biasa bagi orang yang sedang jatuh cinta.

Ketika sedang merasa bahagia waktu serasa sangat cepat berlalu, baru aja mau menuliskan hasil diskusi kelompok yang kami kerjakan  bel pergantian pembelajaran sudah berbunyi, yang akhirnya membuat kita kembali ke bangku masing-masing dan bersiap untuk pelajaran selanjutnya.

Untuk hari-hari berikutnya, tak ada kecanggungan lagi di antara kita. Bersikap biasa seperti teman pada umumnya.
Tapi tetap saja aku yang tak punya keberanian untuk menyapanya duluan hanya bisa diam-diam mandang di kala dia sedang berbincang asyik dengan teman yang lainnya.

Pada saat jam pelajaran PJOK, setelah kita berganti pakaian dengan baju olahraga, kita berkumpul dilapang untuk mendengarkan instruksi dari Pak Sandi selaku guru olah raga.

Tetap saja hal pertama yang aku cari di barisan laki-laki adalah dia. Dia yang aku cari ada di barisan kedua. Dengan saksama dia memperhatikan instruksi Pak Sandi, sementara aku diam-diam curi pandang hanya untuk melihat wajah serius nya yang menggemaskan.

“Untuk pertemuan kita yang pertama, kita tidak akan langsung pada materi. Tapi kita akan melakukan lari keliling lapangan sebagai pemanasan pertama kita. Untuk materi olah raga akan di mulai di pertemuan berikutnya.”

Setelah selesai menyampaikan intruksi Pak Sandi memberi tahu teknik pembagian lari. Yang pertama lari adalah laki-laki dulu sebanyak 8 putaran dan untuk perempuan 5 putaran.

Sementara menunggu siswa laki-laki berlari, siswa perempuan menunggu di pinggir lapang.

‘Selalu saja seperti ini. Pandanganku tak bisa lepas dari dia. Dia yang sedang santai berlari.

Dengan wajah yang merah, rambut yang basah, dan larinya yang elegan membuat ku semakin mengaguminya…

Setiap waktu setiap langkahnya tak terlepas dari pandangnku.
Entahlah dia seperti magnet dan aku logam. Dia sang magnet menarikku dengan gaya yang kuat sehingga aku tak bisa terlepas darinya.’

Sekarang waktu dimana bagian perempuan untuk berlari dan para laki-laki menepi, sembari mengistirahatkan kaki mereka yang lelah.

“Pritttt”
Sebagai tanda bahwa lari segera dimulai.

Aku lari dengan kecepatan yang sedang dan lambat-laun menjadi jalan biasa.
Di sepanjang aku lari, aku tak bisa fokus karena melihat dia yang seperti sedang melihat ke arahku. Bukannya aku geer tapi itu terlihat sangat jelas bahwa dia sedang melihat ke arahku, lalu dia tersenyum.

Aghkkkk senyumnya.. kenapa juga dia harus tersenyum sampai rasanya mampu membuat hati terlonjak.

Akhirnya putaran demi putaran telah terlaksanakan. Dan aku berakhir dengan duduk lesu di pinggir lapang dengan napas terengah-engah karena cape.

Sejak kejadian si ‘wajah merah’ aku tak bisa melupakannya. Hari-hariku selalu di penuhi akan bayang-bayang wajahnya.

Hari itu rasanya aku stres sendiri dan kalangkabut bagaimana caranya melupakan dia sejenak.

“Ahhh sungguh menyebalkan” grutu ku.

“Apanya yang menyebalkan? Aku”

‘Ya, kamu meyebalkan. Selalu mampir kedalam pikiranku tanpa mau pergi kembali’ yang hanya mampu di katakan dalam hati.

“Hmmm nggak, bukan hehehe”

jujur saja setiap kali aku bernincang denganya aku selalu saja salah tingkah. Sebisa mungkin dan serapi mungkin aku menutupinya.

Entah perasaan ku atau emang dia yang mencoba untuk menjauhiku? Rasanya itu sangat menyebalkan. Aku disini yang tak tau apa-apa harus mencari akar permasalahannya. Kenapa dia tak menyapaku? Apa dia marah? Tapi kalo marah, marah karena apa?. Setauku tak pernah sekalipun aku membuatnya marah. Ah mungkin moodnya kurang bagus hari ini. Tapi ternyata dia tak menyapaku bukan cuma hari itu saja. Bahkan sampai 2 hari dia tak bertanya padaku.

Kalo melihat keadaannya seperti ini, rasanya aku ingin menyerah untuk tidak menyimpan perasaan lagi terhadapnya.
Ya dikata mau bagaimanapun ternyata susah untuk melepaskannya kembali.

Ketika itu aku sedang duduk di depan kelas sendiri. Dan tanpa sengaja aku mendengar pembicaraan mereka yang membicarakan tentang Rayn. Aku baru tahu ternyata yang suka sama Rayn itu banyak tidak hanya aku seorang diri. Mereka bilang kalo ternyata Rayn itu sedang dekat dengan seseorang di kelas X Mipa 3. Dan mereka sering pulang bersama, bahkan tak jarang mereka selalu jalan berdua di kala istirahat.

Kalian tau? Mengetahui seseorang yang kita suka hatinya sudah ada yang mengisi rasanya itu sungguh sakit.
Sakit yang tak tertahan itu yang aku rasakan.

Kalo sudah mengetahui kenyataanya, aku harus berhenti menaruh harap padanya. Berhenti mengharapkan hatinya untuk menjadi dermaga tempat ku melabuhkan hati.
Untuk melupakan rasa itu, sangat sulit bahkan perlu beberapa proses, tak semudah yang di bayangkan..

sekarang aku tau kenapa beberapa hari yang lalu ia tak menyapaku ternyata dia sedang ada problema hati dengan sang pujaan hatinya. Bodohnya aku kenapa nggak dari dulu sadar kalo dia -Rayn- udah punya seseorang di hatinya. Kalo tau dari awal mungkin aku gak akan terlalu berharap padanya mengenai perasaanku itu..

Dengan terpaksa aku harus melepaskannya, sakit atupun tidak sakit aku harus melepasnya.

Dan aku juga sadar kalo ternyata perasaan yang kemarin aku miliki untuknya ternyata tak cukup kuat berthan maka dari itu aku menyebutnya Rasa sementara….