Oleh Neng Dini Widia XI IPS 2

ISMA- Cerpen ini menceritakan sebuah hubungan yang penuh dengan janji kebahagiaan namun akhirnya salah satu hati memilih pergi mencari sosok yang lebih sempurna lagi

Kala itu kita pernah berjanji untuk saling memelihara hati. Untuk tetap satu yaitu kamu, tanpa masalah perlahan kamu pergi mendatangi sosok orang baru dan meninggalkanku disini tanpa kepastian.

Baca Juga: Cerpen Cinta, Perjuangan, dan Penyesalan: Save Me

Ingatkah kamu? Betapa dekatnya kita dulu,betapa bahagianya membuat cerita bersama seakan tidak memiliki jeda, tiada hari tanpa kita lewati untuk saling menghubungi menanyakan kabar dan bercerita panjang lebar.

Katamu “Kamu harus menjaga lisan dalam setiap sholat memohon ampun dan mohon didekatkan untuk saling mencintai,” tapi nyatanya apa? Kamu pergi dengan seenaknya tanpa memikirkan hati ini.

Baca Juga: Cerpen Tentang Wabah: Yang Mampu Mengubah Naluri

Katamu “Aku harus berdiam diri ditempat yang sama seharusnya tanpa berganti pola atau pun arah menjadi tujuanku yaitu mengisi hati dan hari-harimu,” sekarang apa? Kamu meninggalkan jejak dalam kenangan bersamaku.

Katamu “Aku tidak ingin pergi, kecuali dijemput oleh penciptaku, karena aku ingin melihat dan melindungimu selalu,” lalu apa arti semua ini?Hanya membujuk hati agar kamu resmi jadi pengisi hati?

Baca Juga: Cerpen Cinta Masa SMA: Pemilik Surat Cinta yang Salah

Semua hanya lisan yang tanpa adanya pembuktian. Semua hanya tindakan kebodohan. Kenapa Aku bisa memilihmu? Kenapa aku tidak bisa berhenti berpikir tentangmu.

Sudahlah, semuanya telah usai, menetap pada hati yang disenangi tidak selucu komedi. Saat ini hanya mengisi hari dengan senyuman penuh arti dilukai. Dari aku beserta tangisan tanpa luka, dipersilakan pergi dan jangan sampai kembali lagi. Disini aku bisa tanpamu, begitupun dirimu bisa tanpa diriku.

Baca Juga: Cerpen Tentang Kesedihan: Cerita Di Balik Hujan