ISMA– Waktu yang rasanya tak akan habis lekang tanpa ku memikirkanmu di setiap detiknya terasa kamu yang selalu memenuhi rongga nafasku. Kini satu tahun telah berlalu sejak penembakan tak romantis itu, kamu yang terlalu pede dan memaksaku untuk menjadi kekasihmu.

Baca Juga: Cerpen Tentang Cinta: Ceritaku Tentangmu

Aku bahagia dan terima kasihku padamu yang telah mampu menyempurnakan kurangku dengan sempurnamu. Terimakasih telah datang dan hadir mencintai juga menyayangiku walau kadang kau jahat, menyebalkan bahkan sangat baik untukku.

Baca Juga: Cerpen Tentang Cinta: Rasa Sementara

Rey! Hmmm… Aku mencintaimu.

Setelah selesai membaca kata-kata spontan tersebut suara tepuk tangan memenuhi ruangan ini dan tepat di depan sana kekasihku sedang berkaca-kaca sepertinya terharu. Kemudian dia bangkit dari duduknya dengan sedikit berlari dia naik ke atas pangung dan langsung memelukku.

Baca Juga: Cerpen Tentang Persaudaraan: My Lovely Brother

Pelukannya begitu erat begitulah yang aku rasakan aku bisa simpulkan ini perlukan tererat dari pelukan-pelukan sebelumnya. Aku senang dan bahagia karena telah memilikinya.

“Aku mencintaimu Key!” bisiknya tepat di telingaku bahkan aku bisa merasakan deru nafasnya.
“Rey, apa aku bisa membencimu disaat aku sudah mencintaimu lebih dari diriku sendiri?”
“Bahkan jika kamu belum tau akupin tak sedikitpun membencimu karena cintamu telah mengakar sampai ke nadiku” ungkapnya
“Dapat inspirasi dari mana? Tumben bagus pasti googling yaa???” tanyaku menggodanya
“Enak aja”sarkasnya tak terima
“Woyy privasi jangan di publish” teriak Gio sahabat Reyhan.

Baca juga: Cerpen Tentang Patah Hati: Gagal Move On

Setelah memotong kue dan rentetan acaran lainnya akhirnya acara selesai juga akupun langsung pamit pulang. Karena, ini sudah sangat malam aku pulang naik taksi walau ayah dan Rey menawariku untuk di antar tapi aku menolak karena takut merepotkan.

Baca Juga: Cerpen Cinta, Perjuangan, dan Penyesalan: Save Me

Saat masih dalam perjalanan tiba-tiba ponselku berbunyi ku ambil dari dalam tas dan ternyata pesan dari Rey

Bapak Pacar :
Udah sampai belum ibu pacar?

Aku di buat ketawa karena pesannya ada-ada saja baru juga 10 menit aku pergi masa sudah sampai, akupun segera membalasnya.

Ibu Pacar :
Belum bapak pacar Posesif😄😛

Bapak Pacar :
Ehhh.. Emotnya ngeselin

Ibu Pacar:
Emang kenapa?? Uhhh dasar sensi amat pak PMS?

Bapak Pacar:
Ehhh enggak enak aja sembarangan kalo bicara, udah dulu yaa mau mandii… hati-hati di jalan.

Saat akan memasukkan ponsel ke dalam tas tiba-tiba mobil oleng dan tak lama kemudian. Brakkk…

Baca Juga: Cerpen Tentang Wabah: Yang Mampu Mengubah Naluri

Mobil yang ku tumpangi banting setir karena jika tidak, maka akan menabrak sebuah truk. Dengan sedikit kesadaran yang ada aku mencium bau amis dan merasakan darah mengalir dari keningku. tanganku pun terasa perih, sepertinya terluka dan detik berikutnya gelap seketika.

RumahSakit

Sayup aku mendengar suara orang sedang mengaji aku buka mataku yang entah berapa lama terpejam, setelah aku memanggilnya dia menutup al-qur’an yang di bacanya. Kemudian dia menghampiriku dan mengelus-elus kepalaku. Ah ini salah satu hal yang aku suka darinya. Begitu lembut dan pengertian aku tersenyum padanya dan diapun tersenyum membalasnya.

Baca Juga: Cerpen Cinta Masa SMA: Pemilik Surat Cinta yang Salah

“Kenapa bisa kayak gini?” Tanya Rey terlihat guratan khawatir di raut wajahnya membuatku merasa bersalah.
“Allah udah takdirkan kayak gini,” jawabku asal. Walau benar adanya telihat dia hanya tersenyum menanggapinya.

Tanpa berkata, dia mengambil sebuah mangkuk di meja pasien dan mulai menyuapiku. Aku tak membantahnya karena sepertinya dia sedang tidak mau bercanda.

Baca Juga: Cerpen Sedih Berjudul Cinta Terlarang

Ada cinta dan kasih sayang lebih dari dirinya. Aku menemukan itu semua. Mungkin Seperti mustahil, dan tak percaya dengan takdir.
Namun beginilah adanya dan kenyataannya.

Dia yang tak pernah ku rencanakan hadirnya.
Tak pernah tertulis dalam daftar masa depanku.
Namun tiba-tiba seluruh duniaku tertuju padanya.
Aku bedecak kagum dan bersyukur untuk itu semua.

Baca Juga: Cerpen Tentang Kesedihan: Cerita Di Balik Hujan

“Heh bengong,” tegurnya ketika aku sedang melamun setelah membaca tulisanku hari ini di memo hp diriku.
“Enggak siapa yang bengong?” Elakku
“Kamu lah”
“Rey ayah dan bunda kamu tau kamu disini?” Tanyaku mengalihkan topik pembicaan.
“Tau nanti siang katanya mau kesini”
“Rey, maaf ya ngerepotin,” ucapku karena telah merepotkannya untuk kesekian kalinya.
“Apaan sih kayak sama siapa aja.”
“Key cepat sembuh yaa,” katanya berusaha menyemangati.
“Makasih rey buat semuanya,” Ucapku.

Baca Juga: Cerpen Tentang Kesedihan: Kekuatan Doa

Dia hanya tersenyum saja menanggapiku lalu mengecup keningku agak lama dan tiba-tiba aku bisa merasakan ada air yang membasahi keningku dan mengalir sampai ke alisku, aku tau dia menangis kalian perlu tau rey adalah sosok cowok cuek tapi cengeng dan gantle ketika orang yang di sayangnya kenapa-kenapa

Setelah itu, selama dua hari Rey menghilang entah kemana. Tak ada kabar, bahkan saat kepulanganku dari rumah sakit ia tak menemaniku. Hal itu yang membuatku sedih. Sesampainya di rumah, aku langsung masuk ke kamar untuk istirahat. Dengan pikiran yang tak lepas dari Rey. Aku mulai terisak dalam diam bahuku bergetar

“Jangan nangis, sayang!” Seru seseorang, yang dua hari ini aku rindukan.

Suara berat dan khas itu membuatku tebangun dan melihat ke arah pintu. Tepat disana sedang berdiri Rey dengan balutan kemeja warna biru muda kesukaannya.

“Kemana aja?” Tanyaku di sela tangis
Dia tak menjawab namun dia berjalan mendekatiku dengan tetap membisu ia hapus air mataku.
“Kemarin aku dinas maaf meninggalkanmu dan gak pamit dulu,” ucapnya.
“Jangan nangis lagi ntar makin jelek,” godanya.
“Kamu jahat Rey.”
“Maaf sayang.”

Suasana yang membisu namun menghangatkan dan membuat debar jantungku berpacu lebih cepat. Ketika Rey dengan lembutnya mengelus kepalaku, aku berkaca-kaca. Betapa tuhan sangat baik padaku, mengirimkan dia menjadi pelengkap dalam hidupku.

Baca Juga: Carpon Sunda Judulna: Sobat Anyar

“Ehh kok nangis lagi?”
“Ada yang sakit?” Tanyanya dengan raut wajah yang khawatir.
“Aku mencintaimu Rey, sangat!”
Dia kemudian memelukku dengan posisi nyaman. Aku bersandar di dada bidangnya, wangi maskulin menelusup ke indra penciumanku.

–Keysha Nabila
Jika tuhan kasih pilihan antara kamu dan diri ini tentu aku memilihmu sebab percaya tidak percaya tuhan merencanakan dengan begitu baik kamu adalah pelengkap dan sempurnaku

–Reynaldi Kavinandy
Wanita itu adalah sebaik-baik hiasan, ia akan indah jika kita menghiasinya dengan kebaikan menyayanginya dengan ketulusan dan mencintainya dengan iman, allah telah hadirkan kamu untukku dan itu adalah hadiah dari allah untukku yang harus aku syukuri atas hadirmu.

Baca Juga: Cerpen Tentang Persahabatan: Party with My Famous Best Friend