ISMA – Hampir satu tahun, Corona Virus atau virus korona datang ke Indonesia dan mempengaruhi kehidupan masyarakat. Di akhir 2020 ini, kita bisa melihat kilas balik kegiatan masyarakat Indonesia yang dilakukan selama pandemi di sepanjang tahun 2020. Banyak orang yang mengatakan bahwa tahun ini begitu cepat berlalu. Pasalnya, segala kegiatan, seperti bekerja dan belajar dilakukan di rumah, dan segala kegiatan seperti berbelanja dan bermain dibatasi.

Belajar yang dilakukan di rumah secara daring adalah salah satu dampak virus korona yang sangat dirasakan oleh pelajar bahkan dirasakan pula oleh orang tua siswa. Akibat belajar daring, banyak siswa yang mengeluh kurang mengerti pembelajaran, sulitnya akses internet juga kuota, dan merasa jenuh. Mereka ingin sekali segera menginjakkan kakinya di ruang kelas sekolah dan bersosialisasi dengan teman-teman secara bebas. Sayangnya, keinginan seperti itu belum bisa direalisasikan. Hal ini karena jumlah orang yang terpapar virus korona di Indonesia terus meningkat setiap harinya, sehingga Kemendikbud belum mengizinkan siswa dan juga mahasiswa untuk belajar tatap muka.


Berdasarkan hal tersebut, imbauan seperti Ayo Belajar Di Rumah! bertebaran di mana-mana, khusnya di media sosial. Banyak poster dan video yang sengaja dibuat untuk mengimbau dan memberikan semangat kepada siswa yang sedang berjuang menjalani sekolah secara daring. Di samping hal itu, imbauan tersebut perlu dikemas dengan menarik dan sesuai dengan usia siswa. Salah satunya adalah video yang saya unggah di kanal Youtube “Dosenku Afinaaa” berjudul Video Edukasi Program Penanggulangan Dampak Covid-19 di Bidang Pendidikan “Dilan 2020”. Video tersebut dibuat sebagai salah satu program penanggulangan dampak Covid-19 di bidang pendidikan dalam rangka KKN Tematik, Universitas Pendidikan Indonesia. Video yang sasarannya siswa SMA ini adalah video kreatif dan unik yang tujuannya tidak hanya untuk mengimbau siswa agar belajar di rumah, tetapi juga memberi edukasi berupa macam-macam aplikasi yang bisa digunakan belajar secara mandiri di rumah.

Yang menjadi hal unik video ini adalah adanya parodi film hits Indonesia yang sengaja dibuat, yaitu film Dilan 1990. Film ini tentunya sangat dekat dengan kehidupan remaja. Di dalam video ini, diceritakan seorang siswi yang hendak pergi bersekolah di masa pandemi ini. Ia membayangkan pergi ke sekolah dan bertemu dengan pacarnya, seperti Milea yang dihampiri Dilan dalam film Dilan 1990. Namun, ia terbangun dari lamunannya. Ia mengajak penonton untuk tetap mengikuti arahan pemerintah untuk belajar di rumah saja.

Selanjutnya, siswi tersebut memberikan contoh-contoh aplikasi atau platform yang bisa digunakan untuk belajar selama pembelajaran daring ini.

Pemilihan konsep video penanggulangan dampak covid-19 di bidang pendidikan seperti ini ternyata mampu menarik perhatian siswa SMA dan memberikan dampak positif untuk siswa agar semangat mengikuti kegiatan pembelajaran secara daring. Hal ini dapat dibuktikan dari komentar-komentar positif di Youtube yang mengapresiasi video tersebut karena sangat sesuai untuk siswa SMA.

Selain video ini, ada juga video unik lain yang dibuat, seperti video program edukasi pencegahan Covid-19 bagi pelajar berupa film pendek berjudul “Di Balik Jendela”. Kemudian, ada juga video program edukasi pencegahan Covid-19 bagi masyarakat yaitu “KKN NEWS- Pilkada 2020 di TPS 32 Sudah Menerapkan Protokol Kesehatan.” Video-video kreatif tersebut dapat dilihat di kanal Youtube “Dosenku Afinaaa” dan IG TV @afina_kkn.upi Dalam menjalankan program KKN ini, saya melakukan pendekatan edukasi secara modern karena menyesuaikan dengan zaman milenial ini. Salah satunya dengan cara pembuatan video kreatif, agar bisa diingat dan diaplikasikan oleh pemuda pemudi Indonesia.(*)