ISMA, Cianjur – Ketika mulai belajar bahasa Inggris, seringkali kita bertanya, mana yang lebih efekif dipelajari lebih dulu Speaking atau Grammar (tata bahasa) ?

Mengingat bahasa Inggris merupakan bagian tuntutan zaman yang semakin maju. Karena kebutuhan inilah, kita dituntut untuk mampu menguasai bahasa inggris baik secara akif maupun pasif.

Grammar menurut wikipedia adalah sebuah aturan yang menggambarkan struktur ungakapan dalam bahasa Inggris, termasuk di dalamnya stuktur kata, frasa, klausa dan kalimat. Speaking diartikan sebagai kegiatan berbicara yang dimaksud adalah berbicara dengan bahasa inggris.

Idealnya, kedua hal tersebut sama-sama penting untuk dipelajari bersamaan, karena Speaking yang baik akan mempermudah Grammar, begitu pun sebaliknya, Grammar yang baik akan menunjang keakuratan Speaking. Itu semua tergantung pada tujuan kamu mempelajari bahasa Inggris. Peminat Grammar adalah mereka yang ingin mengejar nilai TOEFL, IELTS, SAT, GMAT, TEFLA, TESOL dan lainnya.

Sedangkan peminat Speaking adalah mereka yang ingin bisa berkomunikasi sehari-hari. atau justru mempelajari keduanya secara bersamaan agar bisa mengaplikasikan grammar dalam berkomunikasi.

Pada konteks kali ini adalah `pemula` ada baiknya untuk mempermudah mempelajari bahasa inggris, hendaknya kita memulai dengan memperdalam speaking. Mengapa begitu ? yuk kita simak penjelasan nya.

Pertama, Sebenarnya grammar itu memang penting, namun jangan jadikan prioritas paling utama ketika baru mempelajari bahasa inggris, karena ada hal hal lain yang sama penting harus kita pelajari seperti vocabulary, pronunciation, intonation dan lain-lain.

Selama ini pendidikan di indonesia meyakini bahwa mempelajari grammar adalah langkah dasar untuk menguasai bahasa Inggris, namun kenyataan nya kemampuan bahasa inggris mereka tidak lebih baik dari seorang anak bule usia 4 tahun. Kita patut bertanya, mengapa bisa seorang anak kecil yang belum bisa baca tulis namun mampu berbahasa inggris dengan lancar? Listen more and more, Begitulah anak kecil belajar. Jadi dapat disimpulkan metode baca-tulis kurang efekif jika dibandingkan dengan metode dengar-bicara.

Kedua, pada kenyataannya mempelajari Grammar sebelum Speaking hanya akan menghambat penguasaan bahasa dan hanya akan membuat kita merasa takut salah berbicara karena tidak sesuai dengan aturan Grammar . Ibaratnya saat ingin berbicara tapi kita masih berfikir dulu masalah tense, verb 1, verb 2, atau verb 3. Sebaliknya, jika kita mempelajari speaking terlebih dahulu, kita akan bisa berbahasa inggris dengan lancar meskipun dengan grammar yang berantakan.

Ketiga, lancarkan dahulu bahasa Inggris mu, baru belajar aturan tata bahasa nya. Sebagaimana kita belajar bahasa Indonesia, ketika kita sudah bisa berbahasa indonesia. Bagaimana mungkin kita memahami apa itu subjek atau kapan predikat muncul?, ketika kita tidak bisa berbicara bahasa indonesia. Begitupun dengan bahasa Inggris, bagaimana mungkin kita bisa memahami apa itu tenses jika kita tidak bisa berbahasa inggris.

Keempat, practice makes perfect. Jangan nunggu mahir grammar baru mulai praktek Speaking, banyaklah berbicara meskipun dengan pengetahauan Grammar yang minim. Faktanya semakin banyak tahu, semakin banyak lupa, kalau tidak dipraktekan.

Kelima, kalau kamu mempelajari grammar tetapi tidak bisa berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris percuma saja. Sebaliknya, kamu akan memperoleh manfaat di kemampuan speaking kamu meskipun lemah di grammar.

Sebagaimana tidak semua orang Indonesia menguasai EYD, Begitupun orang Inggris yang tidak semua mengasai Grammar. Tetapi mereka tetap bisa berbicara dalam bahasa Inggris.

Ketika kita lebih banyak berbicara, bukan berati kita bisa berbahasa inggris dengan baik dan benar, pastilah ada kesalahan baik dari sisi pengucapan hingga yang menjadi pokok bahasa kita, Grammar.