ISMA, Cianjur – Grestine Dwivanya Christian (15) atau sering disapa Gres merupakan siswi sekaligus organisator aktif dari kelas IX-F SMPN 1 Cianjur. Siswi yang lahir di Cianjur, 28 Juli 2005 tersebut merupakan ketua Majelis Permusyawaratan Kelas (MPK) SMPN 1 Cianjur masa bakti 2018-2019. Bukan hanya itu, ia juga aktif dalam berbagai ekstrakuriler di antaranya Jurnalistik dan Teater.

Selain menjadi organisator aktif di SMPN 1 Cianjur, Grestine Dwivanya pun merupakan Ketua 2 Forum Anak Cianjur. Serta, menjadi Ambasador di Gerakan Mengajar Desa. Wah, aktif sekali, ya, adik cantik ini.

Grestine menyatakan, ia mengikuti organisasi karena memang ia ingin melatih kepercayaan diri dan mengembangkan pemikiran selain dari bidang akademis.

Bahkan, sibuknya kegiatan organisasi tidak membuat prestasi akademik Gres menurun. Saat Sekolah Dasar (SD), ia pernah memenangkan perlombaan catur tingkat Kabupaten. Bahkan, nanti sekitar Juni 2020 ia ditunjuk menjadi atlet di acara Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab). Selain itu, Gres selalu mendapatkan juara kelas di posisi pertama hingga saat ini.

Gres mempunyai pemikiran sibuknya organisasi tidak harus prestasi atau nilai akademik menurun. Dan Gres sendiri mempunyai prinsip semua sudah ada porsinya.

“Enggak usah terlalu memaksakan otak untuk belajar. Di sekolah kita juga kan kita belajar. Semua ada porsi waktunya. Nah, tinggal gimana caranya kita memaksimalkan kinerja otak saat berada di sekolah. Aku itu tipikal jarang belajar tapi sebisa mungkin di sekolah harus bisa menjaga fokus,” ujar Gres saat diwawancara, Selasa (17/03/2020)

Analogi Jari Grestine

Hal yang hebat dari Gres adalah bisa menganalogikan 5 jari dengan visi misi yang ia buat saat menjadi kandidat ketua Forum Anak Cianjur.

“Kita bisa menganalogikan 5 jari dengan tujuan organisasi. Jadi yang pertama ada cingir ‘kelingking’ dianalogikan bahwa organisasi merupakan tempat untuk berfikir,” jelasnya.

Kedua, ada jariji atau jari manis diartikan, organisasi merupakan tempat untuk bersatu atau dalam bahasa Sundanya yaitu ngahiji. “Ketiga ada jajangkung ‘jari tengah’ dalam bahasa sundanya itu tempat untuk nantungan ‘memimpin’,” kata dia.

Keempat, ada tutunjuk yang berarti organisasi merupakan suatu tempat untuk melakukan perubahan. “Nah, terakhir ada Jempol, yaitu jika keempat visi misi yang dianalogikan dari jari tadi berjalan dengan baik. Maka akan menghasilkan organisasi yang jempolan atau hebat,” kata dia.

Mendapat Banyak Pengalaman dari Organisasi

Ia menjelaskan, melalui organisasi ia bisa belajar banyak pengalaman dan belajar. Bukan hanya ilmu secara teoritis, namun banyak ilmu yang ia bisa pelajari dan dapatkan. Seperti, menjadi banyak bertemu relasi dan belajar untuk selalu percaya diri.

“Organisasi memiliki dampak yang besar buat Gress. Apalagi latar belakang aku dulu di SD enggak pernah ikut ekskul atau apapun itu tentang organisasi. Jadi Gres enggak nyangka bisa mencapai di titik ini,” ungkapnya.

“Dan, tentunya ini semua enggak pernah lepas dari orang orang yang selalu ada buat Gres, mendoakan, mendukung, dan membantu, pastinya peran kedua orang tua yang selalu memberi semangat dan suport, terlebih Kakak Gres merupakan orang yang sangat berpengaruh buat pribadi Gres yang bisa jadi kayak gini,” sambungnya,

Gres pun menambahkan, berada di sebuah organisasi bukan hanya tentang kesenangan dan kebahagiaan semata. Tapi, juga belajar bagaimana cara penyelesaian ketika berada di situasi tersulit.

Gres berharap, pendidikan di Cianjur semakin maju. Terlebih anak mudanya sendiri yang bisa sadar dan mau sama-sama bergerak untuk pendidikan Cianjur yang lebih baik.

“Pesan untuk seluruh pembaca ISMA yaitu selalu percaya pada kemampuan diri. Terus berkarya karena keterbatasan biaya ataupun dukungan dari orang tua bukan penghambat untuk maju. Orang tua perlu aksi dan bukti bukan hanya bualan semata.” tutupnya. (DetyaniAulia)