ISMA- Lagu Secukupnya yang menjadi soundtrack film layar lebar “Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini” Secukupnya ini merupakan lagu dengan tempo yang cepat. Momentumnya hadir dengan tepat menguatkan salah satu plot cerita film NKCTHI dan tentu saja sebuah menjadi pelukan hangat di antara dua pemerannya. Liriknya pun asik. Kamu wajib dengarkan lagu yang satu ini.

Lagu yang dibawakan oleh Daniel Baskara Putra, seorang pria kelahiran Jakarta, Februari 1994 ini, merupakan seorang penyanyi dan penulis lagu asal Indonesia. Ia adalah vokalis grup musik Feast, namun juga merilis musik solo dengan moniker Hindia.

Video klip resmi lagu tersebut sekarang sudah ditonton sebanyak 4,2 juta. Secukupnya bercerita tentang seorang manusia yang diselimuti banyak masalah. Namun, hidup terlalu singkat jika hanya merasakan kesedihan. Bersedihlah secukupnya, pesan terbaik dalam lagu tersebut.

Official Video dibuat oleh Sun Eater

Video lirik yang dijadikan original soundtrack film ‘Nanti Kita Cerita Tentang hari Ini’

Hindia, salah satu musisi yang mengisi lagu tema film tersebut bahkan merilis video lirik lagu “Secukupnya” di kanal Youtube-nya. Video lirik tersebut berisi foto-foto adegan dalam film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (NKCTHI) ditambah dengan sentuhan animasi.

Lagu milik Hindia tersebut dipilih sendiri oleh sutradara Angga Dwimas Sasongko untuk menggambarkan kondisi karakter Awan, si bungsu yang mulai mengalami dinamika permasalahan hidup, jatuh bangun, serta kegagalan, sebagai bagian dari proses pendewasaan. (DetyaniAulia)

Lirik lagu Secukupnya Hindia

Kapan terakhir kali kamu dapat tertidur tenang?
(Renggang)
Tak perlu memikirkan tentang apa yang akan datang
Di esok hari Tubuh yang berpatah hati
Bergantung pada gaji
Berlomba jadi asri
Mengais validasi Dan aku pun terhadir
Seakan paling mahir
Menenangkan dirimu
Yang merasa terpinggirkan dunia Tak pernah adil
Kita semua gagal
Angkat minumanmu
Bersedih bersama-sama Sia-sia (Pada akhirnya)
Putus asa (Terekam pedih semua)
Masalahnya (Lebih dari yang)
SecukupnyaRekam gambar dirimu yang terabadikan bertahun
SilamPutra-putri sakit hati
Ayah-ibu sendiri
Komitmen lama mati
Hubungan yang menyepiWisata masa lalu
Kau hanya merindu
Mencari pelarian
Dari pengabdian yang terbakar sirnaMengapur berdebu
Kita semua gagal
Ambil s’dikit tisu
Bersedihlah secukupnya Secukupnya (‘Kan masih ada)
Penggantinya (Belum waktunya kau bisa)
Menjawabnya (Ah-ah-ah-ah-ah)
Secukupnya Semua yang sirna ‘kan kembali lagi
Semua yang sirna ‘kan nanti berganti