ISMA, Cianjur – MAN 1 Cianjur melaksanakan Masa Taaruf Siswa Madrasah (Matsama) Secara daring via aplikasi Zoom. Hal itu terjadi karena masih dalam keadaan darurat covid-19 meskipun tahun ajaran baru sudah dimulai.

Matsama online tersebut diikuti oleh lebih dari 300 peserta didiK baru yang masuk MAN 1 Cianjur.

Kepala MAN 1 Cianjur, H Isep Samsul Alam mengatakan, sebetulnya setiap lembaga pendidikan menginginkan berkegiatan normal. Namun aturan yang tidak mengizinkan untuk melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) secara tatap muka/ langsung.

“Tapi karena aturan bahwa kita masih berada di zona kuning, jadi kalau zona kuning itu tidak boleh mengadakan kegiatan tatap muka di sekolah termasuk Matsama,” ucapnya saat ditemui Wartawan Majalah Isma, Senin (13/07/2020).

Matsama di MAN 1 Cianjur digelar secara daring atau online melalui aplikasi zoom dan siaran langsung di Instagram. Meskipun ada beberapa kendala teknis.

” Zoom ini Kami sudah coba menggunakan yang tidak berbayar tapi ada kendala waktu itu ada putus komunikasi jadi tidak bisa diadakan. Sehingga banyak yang lari ke Instagram. Kemudian kami beralih menggunakan Zoom yang berbayar, Karena zoom berbayar itu bebas waktu dan bebas jumlah,” tambahnya.

Namun, Isep mengatakan, efektifitas dari Matsama daring itu masih kurang. Ia mengatakan, terkadang ada peserta yang terkendala jaringan yang tidak normal atau kuota internet. Dengan demikian kegiatan pun otomatis terganggu.

“Tapi kami mengupayakan seoptimal mungkin, untuk memberikan kegiatan belajar mengajar mengikuti kurikulum darurat sepanjang ada musibah nasional,” jelasnya.

Menurut salahsatu peserta didik baru Bunga Aulia Azzahra misalnya, mengikuti matsama tahun ini kurang menyenangkan karena tidak bisa bertatap muka dan berkenalan dengan lingkungan sekolah baru, namun alhamdulillah dalam keadaan seperti ini matsama masih diadakan meskipun via daring/online.

“Hambatannya tidak bisa mengikuti matsama lewat zoom karena dibatasi dan selalu penuh oleh peserta didik baru yang lainnya,dan pada saat menyaksikan siaran langsung di Ig suaranya tidak jelas sehingga sulit dicerna,” katanya. (N. Dini)