BERITA

MAN 1 Cianjur Resmi Tiadakan PAT pada Tahun Ajaran 2020

ISMA, Cianjur – Dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19, serta dengan memperhatikan surat edaran Dirjen Pendis Kementerian Agama RI No: B_686.1/DJ.I/DT.L.I/PP.edu00/03/2020. Tentang mekanisme pembelajaran dan penilaian Madrasah dalam masa darurat.

Mengacu pada surat edaran tersebut, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Cianjur, mengeluarkan surat putusan tentang perpanjangan masa belajar siswa dirumah sampai 14 Juni 2020.

Menurut Wakil Kepala Madrasah (Wakamad) bidang kesiswaan Rahman Jaenudin, mengingat kepada situasi dan kondisi pandemik Covid-19 pelaksanaan Penilaian Akhir Tahun (PAT) yang semula akan dilaksanakan pada tanggal 3 s.d 13 Juni 2020, ditiadakan.

“Sebetulnya, PAT ditiadakan tidak mengurangi objektivitas nilai akhir/raport yang diberikan oleh guru. Karena guru sudah memiliki alat ukur lain dalam menentukan nilai raport diantaranya dari fortopolio dan nilai harian yang dikumpulkan oleh peserta didik,” ucapnya saat diwawancarai wartawan ISMA pada 7 juni 2020.

Dengan demikian nilai raport semester genap diambil dari, nilai harian, tugas-tugas, serta portofolio, dan absensi dihitung sampai dengan tanggal 28 Februari 2020.

“Kalau pun ada PAT via daring, semula sudah dipertimbangkan tetapi berdasarkan hasil kajian dan evaluasi pelaksanaan pembelajaran DARING selama ini hanya diikuti oleh sekitar 60% peserta didik. Sehingga dianggap kurang efektif, artinya tidak menjangkau seluruh peserta didik,” tambahnya.

Keputusan ini mendapat tanggapan dari beberapa siswa-siswi MAN 1 Cianjur. Seperti Hanni Nabila Athaya, kelas X IPS 1.

“Menurut saya itu keputusan itu baik. Dengan dihilangkannya PAT membuat para siswa senang. Kalau diadakan PAT, tidak semua siswa dapat memgikutinya karena ada kendala kuota dan sulit bagi mereka yang tidak memiliki HP atau laptop” ucapnya.

Selain itu, tanggapan juga muncul dari Arpan Firmansyah, siswa kelas X IPS 3.

“Waktu dengar kabarnya sih ya bahagia, soalnya kan gak mungkin gitu ngadain PAT pas keadaan kayak gini. Semenjak libur sekolah kita gak dapet materi pembelajaran, yang di kasih cuman tugas, sementara materi udah ketinggalan jauh.

Arpan juga menambahkan, bahwa tidak sedikit siswa yang tertinggal materi karena ikut menjadi panitia di event-event sekolah.

“Mungkin juga ada beberapa siswa yang banyak tertinggal materi gara gara ada event sekolah seperti galaksi kemarin, jadi harus nyusul materi yang ga ke kejar sama nilai yang kosong,” tambah dia.

Dia juga mengakatan setuju dengan, kriteria nilai raport yang diambil dari nilai harian dan tugas-tugas.

“Tapi Arpan juga berharap, Guru bisa memberikan toleransi terhadap siswa yang mengalami beberapa kendala. Seperti yang tidak punya hp, juga kuota, dan rumahnya jauh dari jangkauan sinyal,” pungkasnya. (Dini, Maharani)

Baca Selengkapnya

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker