ISMA – Berbicara mengenai tari tradisional, indonesia sangat kaya akan budaya termasuk tari adat atau tari tradisional.  Tercatat kurang lebih terdapat 3000 tarian asli Indonesia. Seperti yang diungkapkan oleh Presiden Republik Indonesia dalam kompas.com bahwa indonesia ini terdiri dari 1.001 bahasa daerah dan 714 suku, yang mana setiap suku memiliki tari adatnya masing-masing sebagai ciri khas daerah tersebut. Salah satunya yaitu suku sunda.

Suku sunda berasal dari Jawa Barat, tepatnya yaitu pada kerajaan Tarumanegara. Menurut Yulia dalam ilmuseni.com sunda berasal dari nama ibukota kerajaan Tarumanegara yaitu Sundapura. Suku sunda merupakan salah satu suku yang mempunyai beragam kebudayaan daerah, diantaranya yaitu kesenian daerah. Wayang golek, rampak gendang, calung, pencak silat, mamaos, degung, jaipong, bajidoran, cianjuran, kecapi suling, dan lain sebagainya merupakan kesenian yang berasal dari suku sunda yaitu tepatnya di Jawa Barat.

Selain itu, terdapat juga beberpa tarian yang berasal dari Jawa Barat atau suku sunda ini, yaitu tari jaipong, tari ketuk tilu, tari topeng, tari ronggeng, dan lain sebagainya. Tari jaipong misalnya, tarian ini adalah tarian yang sangat terkenal di suku sunda atau Jawa Barat. Pasti telinga kita sudah tidak asing lagi dengan nama tarian ini, tari jaipong berasal dari karawang, Jawa Barat. Sama halnya dengan tarian tradisional lainnya, tari jaipong juga memiliki penciptanya, yaitu seorang seniman asal sunda yang bernama Haji Suanda dan Gugum Gumbira.

Menurut informasi yang didapat, Haji Suanda pencipta tari jaipong ini berasal dari Karawang. Beliau merupakan seniman asli sunda yang terkenal dengan bakatnya yang luar biasa di bidang kesenian daerah. Pada mulanya, Haji Suanda belum menciptakan tari jaipong, namun beliau menggabungkan gerakan-gerakan dari kesenian daerah yang beliau kuasai, yakni wayang golek, pencak silat, dan ketuk tilu.

Penggabungan gerakan-gerakan tari itu terjadi pada tahun 1976 yang akhirnya menghasilkan sebuah pertunjukan yang diminati masyarakat sunda pada saat itu. Alat musik seperti Gong, Gendang, dan Degung merupakan musik pengiring untuk tarian pada saat itu. Sekitar pada tahun 1979, Haji Suanda menggabungkan atau memperindah gerakan yang telah ia gabungkan sehingga terciptalah sebuah Tarian Jaipong.

Seharusnya kita sebagai warga negara Indonesia bangga akan kekayaan budaya yang ada di Indonesia ini. Namun seiring dengan berjalannya waktu, banyak pemuda-pemudi zaman milenial tidak mengenal dengan tari tradisional. Bahkan sebagian sudah mulai mengabaikan tari tradisiomal tersebut dan teralihkan dengan tarian-tarian modern yang datang karena pengaruh budaya barat. Akan tetapi, berbeda halnya dengan masyarakat sunda

yang sampai saat ini masih melestarikan kebudayaan indonesia misalnya tari tradisional sunda yakni tari jaipong. Tari tradisional ini masih banyak diminati oleh masyarakat sunda karena selain untuk menghibur masyarakat tarian tradisional ini juga diminati karena untuk memperkenalkan kebudayaan khas dari suku sunda atau jawa barat.

Untuk meminimalisir permasalahan atau kecemasan akan punahnya tari tradisional Jawa Barat ini, masyarakat sunda sampai saat ini masih sering mengadakan suatu pentas seni yang di dalamnya terdapat suatu pementasan tari jaipong. Seperti dalam upacara adat pernikahan, sampai sekarang masih sering menggunakan tari jaipong atau dalam penyambutan tamu masih sering menggunakan tarian jaipong tersebut. Maka dari itu, pengaruh budaya barat seperti tari-tari modern, misalnya breakdance, hip-hop, ballroom dance, dan lain sebagainya, tidak akan menghilangkan eksistensi tari jaipong pada saat ini, karena sampai sekarangpun, tari jaipong masih melekat pada budaya sunda.