ISMA – Puisi ini menceritakan tentang perjalana cinta yang fana, yang belum jelas semuanya. Sampai mereka fikir jika memang semua dirasa sudah pas maka jalan terbaik hanya dengan menikah, meminta ijin kedua orangtua.

sebelum sampai ke tujuan aku sudah mati di tengah jalan.
sebelum bertemu akhir dari penantian aku sudah terkhianti kepercayaan.
sebelum menerima kebahagiaan aku sudah menangis sendirian.
dan sebelum semua menjadi kenyataan kita sudah kandas dari hubungan.

Bersamamu saat ini sama saja bermain dengan angin.
Kadang menyejukan kadang menyakitkan.
serasa digengam tapi tak ada pegangan.
yang paling parah aku merasa di kayangan tanpa tahu kapan akan dijatuhkan.

Jika kau rasa aku orangnya.
jika mau kau berbagi suka dan lara.
jika sudah jelas dan terpenuhi.
ayah ibuku menantimu dirumah.