ISMA – Sahabat, kali ini saya akan mengulas puisi tentang kehidupan karya Dahlia Firdaus, Ketua Divisi Karya Tulis Ilmiah (KTI) Ekstrakurikuler Karya Ilmiah dan Jurnalistik (KIJ) yang dimuat majalah ISMA edisi 183 berjudul Terlena.

Berikut puisi tentang kehidupan berjudul Terlena

Terlena

Langkah demi langkah
Kutelusuri dunia yang penuh mewah
Orang orang begitu sumringah
Dengan harta yang melimpah

Tuhan selalu memperingati
Namun, mereka selalu mengingkari
Semesta tak pernah merestui
Alam pun hancur tanpa dibayangi

Apa yang bisa mereka lakukan
Semua sudah terlambat tak terelakan
Mereka hidup tanpa tujuan
Hanya bersenang-senang tuk mendapatkan kebahagiaan

Dahlia Firdaus

Pada bait pertama, Sang Penulis menjelaskan bahwa ia hidup dilingkungan dimana manusia sangat terlena dengan harta-harta yang mereka miliki. Mereka begitu bahagia dengan harta-harta yang mereka miliki.

Pada bait kedua, Sang Penulis menjelaskan tingkah laku para manusia-manusia yang mementingkan dunia itu tidak pernah mendengarkan segala peringatan yang telah Tuhan beri. Mereka begitu fokus dengan harta-harta mereka sampai akhirnya alam pun hancur (hari kiamat).

Pada bait terakhir, Sang Penulis menunjukan manusia manusia yang hidupnya tanpa tujuan itu hanya akan menyesal dihari akhir dan tidak ada waktu bagi mereka untuk bertobat saat hari akhir itu tiba.

Pada inti puisi tersebut, menceritakan tentang nasib seorang manusia yang kehidupannya hanya berpoya-poya dan bermegah-megahan, mereka tidak mematuhi apa yang Tuhan mereka perintahkan, mereka hanya fokus dengan harta mereka saja sampai hari akhir tiba.

Sahabat, dari penggalan puisi tersebut kita dapat mengambil pelajaran bahwa kita sebagai seorang manusia tidak boleh bermegah-megahan dan terlalu berfokus pada harta karena harta itu hanyalah titipan Allah yang sifatnya sementara, lebih baik kita memperbanyak amal baik agar kelak pada hari akhir kita mendapatkan keberuntungan.