ISMA – Puisi ini menceritakan tentang seseorang yang sedang rapuh. Ia menyendiri dalam bayangan hitam bersama jiwanya.  Dalam kesendirian itu, ia mendengar sesuatu yang berbisik. Membuat kehancurannya semakin menjadi-jadi. Bahkan amarahnya tersulut dan membara, ia tidak dapat menahannya lagi.

Namun, ia sadar, jika dirinya hanya sendirian dan kesepian didalam ruangan itu. Sebenarnya, jiwanya lah yang membisikkan itu, saking rapuhnya.

Bisikan dalam Jiwa

Aku mendengarnya
Ya, aku dapat mendengarnya
Suara itu
Bisikan itu

Terucap dengan lembut dan sarkas
Hingga menyelusup kedalam kalbu
Menggugah jiwa yang berkobar semakin panas
Bagaikan api yang tersulut
Karenanya aku hancur berkeping-keping

Datangnya suara itu tak kasat mata
Tak ada yang dapat memberitahuku asalnya
Karena aku hanya seorang diri disini
Dibawah langit yang sendu