Oleh Neng Nurya Safitri (XII IPA 2)

ISMA– Semuanya tentang senja dia membuat semuanya terkesan bermakna dia memberi warna dan sekejap sirna, puisi ini tentang rasa yang berakhir kecewa.

Senja

Aku benar benar hancur sekarang
ntah apa yang aku rasakan
semua tentang penyesalan
aku tidak bisa menahan

Kau tahu mencintai senja tak seindah dibayangkan
Dia memang mengesankan
Tapi aku mencinta sendirian
Dan itu sangat menyakitkan

Kamu memang senja
Indah namun hanya sekilas
Tapi setidaknya aku bersyukur pernah memiliki Dan menggenggam senja
Aku merindukan tawa

Rindu ocehan canda kita
Boleh aku meminta kembali senja
Kalau tuhan tolak, maaf aku memaksa