ISMA-Ekskul Karya Ilmiah dan Jurnalistik menggelar acara peringatan hari sumpah pemuda dan mengisi bulan bahasa dengan Seminar Sastra, Lomba Cipta Puisi, Cipta Cerpen dan Menulis Artikel Angkatan XVIII( 18 ) pada Minggu 8 November lalu. Kegiatan tersebut merupakan kegiatan tahunan, program kerja dari KIJ.

Kegiatan tersebut resmi dibuka oleh Wakamad Kesiswaan Rahman Jaenudin, S.Pd. Seminar sastra diikuti oleh para panitia dan juga siswa-siswi MAN 1 Cianjur perwakilan dari tiap- tiap kelas dari kelas X, XI dan XII. Seminar sastra tahun ini mengambil tema “Mekar Indonesia” singkatan dari Merajut Cinta dalam Karya Bahasa dan Sastra Indonesia.

Menurut Ketua Pelaksana Naufal Azkia, pelaksanaan bulan bahasa tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Dimana, saat ini sedang dilanda Covid 19 jadi dilaksanakan secara virtual dan menggunakan media Google meet, namun tidak menutup semangat untuk tetap dilaksanakan.

Naufal juga mengatakan tujuan dari acara bulan bahasa ini untuk kita memperingati Hari Sumpah Pemuda yang berkaitan erat dengan bulan bahasa sebagai mana tercantum dalam teks sumpah pemuda poin ketiga : Kami Putra Putri Indonesia mengaku berbahasa satu yaitu bahasa Indonesia.

“Harapan untuk acara Bulan Bahasa tahun berikutnya ya semoga pandemi ini bisa hilang secepatnya sehingga Acara Bulan Bahasa tahun berikutnya bisa diadakan secara tatap muka dan juga semoga untuk tahun berikutnya bisa lebih kompak lagi antar panitia.”

Adapun menurut pembina KIJ Dandy Idham Chalid, kegiatan bulan bahasa secara daring merupakan wujud nyata dari semangat dan kecintaan terhadap Bahasa dan Sastra Indonesia. Diantaranya melalui berbagai perlombaan misalnya menulis puisi, menulis cerpen dan lain sebagainya. Kali ini merupakan situasi yang berbeda dari biasanya, karena menyesuaikan dengan kondisi pandemi. Kegiatan bulan bahasa dominan dilakukan secara daring, guna mencegah penyebaran Covid-19. Harapan ke depan kegiatan seperti ini dilaksanakan secara normal, agar tidak mengurangi kemeriahan kegiatan bulan bahasa yang sangat ditunggu-tunggu bagi pegiat bahasa dan sastra.

Walaupun terbilang lancar, ada beberapa kesulitan melaksanakan acara bulan bahasa secara daring via google meet.

Dandy juga mengatakan kesulitan melaksanakan kegiatan bulan bahasa secara daring adalah keterbatasan dalam berbagai hal, misalnya Seminar Sastra. Dalam kegiatan Seminar, narasumber melakukan tugasnya dari jarak jauh sehingga dengan para peserta tidak tatap muka, melainkan hanya tatap maya. Juga perlombaan kegiatan bahasa dan sastra dilakukan dari rumah masing-masing peserta. Jadi kesulitannya adalah dalam segi persiapan dan pelaksanaan karena berbeda dengan sebelumnya.

Dwitasari selaku pemateri webinar juga mengatakan jadi penulis itu menjanjikan karena profesi yang tidak banyak ditekuni oleh orang, menjalani tantangan yang menyenangkan serta tentunya dikenal dan dicintai karena karyanya, untuk menjadi penulis menjanjikan tentunya harus menjadi penulis kreatif .

Kreatif dapat diartikan tidak seperti tulisan kebanyakan atau antimenstream belum ada sebelumnya dan mempunyai ciri khas yang orang akan kenal itu karya kamu.

Dwitasari memberikan tips-tips cara menulis cerita yang unik. Pertama temukan ide cerita. Ide bisa diambil dari pengalaman sendiri, curhatan orang lain, hasil riset atau imajinasi.

Setelah itu
menciptakan konflik. Caranya tentukan tokoh utama yang memiliki konflik, namun dihalangi tokoh atau kejadian lain, hingga tokoh utama harus berjuang untik memcapai tujuannya.

Langkah terakhir yaitu membuat kerangka cerita yang berisi prolog, bagian ini berisi pengenalan tokoh juga bagaimana cerita itu dimulai. Lalu isi cerita, menjelaskan pendalaman konflik dan cara tokoh itu menyelesaikan masalah. Kemudian menuliskan ending atau akhir cerita.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menulis ending yaitu, apakah si tokoh utama mencapai tujuannya atau tidak tercapai tetapi mendapatkan pelajaran yang berarti.

Dipenutup seminar Dwitasari memotivasi para audiens untuk terus berkarya. Setiap bacaan memiliki pembacanya masing- masing. Tulisan yang terbaik adalah tulisan yang selesai.

(Neng Dini& Maharani)