ISMA, Cianjur – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI Serta Komisi X DPR RI sepakat meniadakan Ujian Nasional (UN) pada tahun ini. Hal itut terungkap usai rapat bersama dengan video conference, Senin (23/3/2020) malam. Rapat itu membahas sejumlah persoalan pendidikan di tengah pandemi virus Corona atau Covid-19.

Sejumlah pelajar pun menanggapi kabar tersebut. Tuti Rismawati misalnya, siswi kelas XII Bahasa MAN 1 Cianjur ini menilai, UN ini ditiadakan karena sedang terjadi wabah virus corona. Ia menilai, jika UN ditiadakan itu tidak mengurangi semangat angkatan saat ini untuk terus belajar mempersiapkan diri kearah masa depan. Karena, ia menyebut, mungkin ini untuk kebaikan bersama.

“Kalau UN mau diadain juga kan waktunya mepet. Sedangkan bentar lagi mau Ramadan. Sedangkan virus corona masih menyebar. Kalau kelulusan ditentukan sama nilai akumulatif raport, itu gak apa-apa soalnya kelulusan juga sekarang bukan dari nilai UN aja tapi kelulusan ditentukanoleh kebijakan sekolah itu sendiri. Jadi intinya gak masalah,” tuturnya kepada wartawan, Selasa (24/03/2020).

Ada di Situasi Darurat

Sama halnya dengan salah seorang siswi kelas XII MANU 1 Limpung, Naili Muroda. Ia setuju dengan keputusan itu mengingat saat ini sedang darurat virus corona atau Covid-19. Ia mengungkapkan, sebaiknya masyarakat tetap tinggal di rumah. Ia pun mengaku tak masalah jika UN ditiadakan karena demi kebaikan semuanya.

“Bagi saya gak apa-apa selagi itu demi kebaikan semuanya dan tidak merugikan pihak pelajar itu sendiri,” kata dia.

Lalu, salah seorang siswi MAN 1 Cianjur lainnya, Anis Nurcahyati pun mengaku setuju dengan keputusan meniadakan UN. Ia mengatakan, dengan UN ditiadakan bisa mengurangi beban pikiran kelas XII. Sebab, menurutnya masih banyak hal yang harus diputuskan di tengah wabah virus corona atau covid-19.

“Karena situasi saat ini tidak akan efektif dan situasinya sedang darurat. Lalau misalnya dipaksakan ada UN juga untuk pelaksanaannya waktunya pun gak ada. Dan kalau pun UN diadakan juga waktunya sekarang udah mepet dan membahayakan kesehatan,” Ucapnya

Sementara itu, Siswi MAK Daarul Abroor, Fitri Yani mengatakan UN ditiadakan memang kebijakan yang sangat tepat dalam situasi darurat seperti ini. Ia menyebut, hal itu tidak memberatkan para pelajar.

“Semoga ada kejelasan lebih lanjut dari pemerintah agar kita selagi kelas XII bisa mengoptimalkan waktu untuk memiikirkan hal baik kedepannya.” ucapnya.

Diketahui, Salah satu hasil dari rapat itu adalah Kemendikbud dan Komisi X DPR RI sepakat meniadakan UN pada tahun ini, mulai dari tingkat SD hingga SMA. Kabar tersebut disampaikan Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda melalui akun Twitter miliknya @Syaiful Hooda.

“Daring Meeting: Barusan selesai rapat daring dengan Mendikbud dan jajaran. Salah satu yang kita sepakati UN SD, SMP, dan SMA ditiadakan,” tulis Huda.(Neng Dini)